SUARA UNTUK NEGERI - MENUJU NYANYIAN RAYA


Senin, 03 September 2012

 Tak banyak penyanyi Indonesia yang memiliki kharisma yang kuat. Salah satunya adalah Iwan Fals, penyanyi yang hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke-51. Iwan Fals adalah nama panggungnya. Nama aslinya adalah Virgiawan Listanto yang lahir di Jakarta, 3 September 1961.

Pada tahun-tahun terakhir, Iwan Fals sering mengeluarkan rilis ulang lagu-lagu lamanya, baik dengan aransemen asli maupun dengan aransemen ulang. Pada tahun-tahun terakhir ini pula Iwan Fals lebih banyak memilih berkolaborasi dengan musisi muda berbakat.

Banyak lagu Iwan Fals yang tidak dijual secara bebas. Lagu-lagu tersebut menjadi koleksi ekslusif para penggemarnya dan kebanyakan direkam secara live. Beberapa lagu Iwan Fals yang tidak dikomersialkan seperti lagu ‘Pulanglah’ yang didedikasikan khusus untuk almarhum Munir ternyata sangat digemari yang akhirnya direkam ulang dan dimasukkan ke dalam album “50:50" yang beredar di tahun 2007.

Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang Oi dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke manca negara.

Kelompok Oi adalah merupakan organisasi massa (ormas) yang awal mula berdirinya dari Fans Club seorang penyanyi legendaris Iwan Fals. Perkumpulan Iwan Fals sangat beragam namanya, seperti Iwan Fals Fans Club (IFFC), Fals Fans Club, Bocah Fals, Penganut Fals, namun secara umum perkumpulan penggemar Iwan Fals disebut Fals Mania (FAMA). Sejarah berdirinya Oi di Indonesia berawal dari keinginan Iwan Fals untuk bersilaturahim secara resmi dengan para penggemarnya.

Diawali dengan dibentuknya Yayasan Orang Indonesia (YOI) di Jakarta pada tanggal 7 Mei 1999 yang diketuai langsung oleh Iwan Fals. Dibentuknya YOI ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan Iwan Fals melihat banyak penggemarnya yang kurang mempunyai dasar ekonomi yang kuat. Iwan ingin “memberdayakan” mereka. Maka dari itu, Iwan pun mendirikan Yayasan Orang Indonesia dan minta Ma’mun jadi wakil ketua, Endi sekretaris, Yos bendahara.

Ini ternyata tak cukup,Iwan ingin melibatkan para penggemarnya langsung. Ide ini dibicarakan dengan Ma’mun, Yos, dan Endi. Hasilnya, mereka sepakat mengundang para penggemar Iwan Fals sebanyak kurang lebih 300 orang dari 23 provinsi untuk melaksanakan acara silaturahmi di kediaman Iwan Fals di Desa Leuwinanngung, Cimanggis, Bogor-Jawa Barat. 1 bulan sebelum acara YOI mempersiapkan acara tersebut dengan merekrut tidak kurang dari 100 orang warga kampung setempat untuk menjadi panitia, mereka bergotong royong membangun 20 MCK permanen, serta mendirikan 2 buah tenda raksasa berukuran 600 meter persegi untuk tidur, selain itu disiapkan nasi bungkus, dan dicarikan sponsor perusahaan air mineral. Sedikitnya, untuk persiapan acara ini YOI menghabiskan dana sekitar 30 juta. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 15-17 Agustus 1999, dan acara ini disebut Silaturahmi Oi 99.

Iwan Fals adalah salah satu pendiri yang memberikan nama “Oi”. “Oi” bukan berupa singkatan, melainkan hanya sebuah seruan atau ajakan untuk berkumpul. Pada malam menyambut 17 Agustus dilantik pengurus Oi Pusat yang dilakukan oleh Iwan Fals sendiri. Ia melantik istrinya Yos sebagai bendahara umum Oi. Titin sebagai sekretaris Oi, dan Kresnowati sebagai ketua umum Oi sementara menunggu Musyawarah Nasional (Munas) Oi tahun 2000. Selama kurang lebih dua hari dua malam, ada beberapa hal penting yang berhasil dirumuskan dan mencapai kata sepakat, yakni diantaranya, rancangan AD/ART Oi, Ketua Oi sementara, dan Oi disepakati sebagai organisasi massa yang independen yang berbasis penggemar Iwan Fals, lahir di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Bogor-Jawa Barat.

Dengan lahirnya Oi ini Iwan Fals merealisasikan niat “berjamaah”-nya, seperti yang diungkapkannya  “Dunia ekspresi itu bisa sangat liar, sementara dengan mendirikan yayasan dan Oi adalah bagian dari kesadaranku untuk berjamaah. Mimpinya sih aku kepengin lewat lembaga yang dibentuk bersama ini menjadi benteng moral dikemudian hari, insya Allah bisa terlaksana, doakan saja deh”.

Hal di atas merupakan komentar Iwan Fals ketika ditanya tentang maksud dan tujuan pendiri YOI dan Organisasi Oi saat silaturahmi 1999.

Tanggal 16 Agustus 1999 dicatat sebagai hari jadinya Oi atau hari lahirnya Oi. Oi berazas Pancasila, dengan tujuan pokoknya yaitu pemberdayaan penggemar Iwan Fals. Dengan ditetapkannya Oi sebagai organisasi massa maka Oi akan mempunyai dasar hukum tersendiri dan memiliki akte notaris. Organisasi Oi secara nasional telah dibuatkan akta pendiriannya oleh Badan Pengurus Pusat (BPP) dihadapan Rawat Erawadi, SH. Notaris di Jakarta dengan akta pendirian Nomor : 2 pada tanggal 13 Juni 2000.

Para penggemar dalam hal ini yang tergabung dalam ormas Oi, terhitung sejak Iwan Fals muncul dipentas musik Indonesia sampai Agustus 1999, sebanyak 16 juta orang. Jumlah tersebut dipastikan penggemar yang betul-betul fanatik kepada Iwan Fals, belum dengan orang yang bersimpati atau penggemar Iwan Fals yang belum mendaftar menjadi anggota Oi. Jumlah kelompok penggemar di Indonesia yang terdaftar resmi berdiri di YOI adalah sebanyak 210 kelompok Oi yang ada 23 provinsi di Indonesia. Berikut 12 besar kelompok Oi yang ada di kota provinsi. Data ini sekaligus menunjukkan bahwa ditempat atau di kota inilah massa atau basis Iwan Fals berada yaitu :

Jakarta Selatan 28 Kelompok Oi, Depok 19 Kelompok Oi, Jakarta Timur 18 Kelompok Oi, Jakarta Pusat 14 Kelompok Oi, Bandung 12 Kelompok Oi, Bekasi 11 Kelompok O, Jawa Tengah 11 Kelompok Oi, Jakarta Barat 10 Kelompok Oi, Jawa Timur 8 Kelompok Oi, Sulawesi Selatan 8 Kelompok Oi, Lampung 8 Kelompok Oi, Bogor 8 Kelompok Oi.

Satu tahun berikutnya baru terlaksana Musyawarah Nasional (MUNAS) Oi yang pertama kalinya, yaitu tepatnya pada tanggal 16-19 April 2000 bertempat di Desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok, Bogor-Jawa Barat. Adapun peserta Musyawarah Nasional (MUNAS) yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia sekitar 1000 orang, terpilih Iip Ranupane dari BPK Oi Jambi sebagai Ketua Umum, namun hanya bertahan 7 bulan dikarenakan belum adanya kejelasan arah organisasi.

Indra Bonaparte diganti melalui Musyawarah Luar Biasa (MUNASLUB) 26 Maret 2001 di Depok dan terpilih orang-orang yang duduk di kepengurusan Badan Pengurus Pusat (BPP Oi) periode 2001-2003, yakni Ketua Umum yaitu Pudji Pamungkas, Wakil Ketua yaitu M. Herry Yudharsa, Sekretaris Jendral (Sekjen) yaitu Ainu Rofiq, Ketua Departemen Keorganisasian yaitu Alfira, Ketua Departemen Ekonomi dan Keuangan yaitu Awalu, Ketua Sumber Daya Manusia yaitu Heri Hermansyah, Ketua Departemen Kemasyarakatan yaitu Ida Kosasih. Pada masa kepemimpinan Pudji Pamungkas diadakan penataan organisasi yang lebih serius dengan membagi empat departemen.

Diantaranya adalah : Departemen Ekonomi Keuangan, Departemen Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), kemasyarakatan dan Departemen Organisasi. Idealnya pengurus Oi sendiri menginginkan pemberdayaan anggota Oi karena dari sisi SDM-nya cukup banyak anggota Oi yang berkualitas dibidangnya masing-masing dari segi profesi, banyak dari mereka yang berperan sebagai dokter, ABRI, musisi, pengacara, insinyur, pengusaha dan mereka adalah penggemar berat Iwan Fals. Oi sebagai organisasi telah mempunyai kantor di 78 kota dari 23 provinsi di Indonesia dan awal mula kantor pusatnya berada di rumah Iwan Fals sendiri di Desa Leuwinanggung, namun pada tanggal 14 Mei 2001 akhirnya kegiatan Oi tidak lagi secara sentralisasi namun desentralisasi secara mendalam.

Struktur kepengurusan Oi dari Pusat hingga daerah terdiri dari Badan Pengurus Pusat (BPP), Badan Pengurus Kota (BPK), dan Badan Pengurus Kelompok (BPKel), dan untuk Badan Pengurus Kelompok misalnya diidentikkan dengan nama judul lagu, atau bagian dari syair-syair yang pernah dialbumkan Iwan Fals. Kepengurusan Pudji Pamungkas hanya bertahan selama 7 bulan kemudian diteruskan oleh Heri, demikian halnya sebelumnya kepengurusan Heri juga hanya bertahan 3 bulan, melalui sikap mosi tidak percaya dari Badan Pengurus Kota (BPK) karena dianggap tidak bertanggung jawab terhadap dana organisasi. Organisasi Oi mengalami kevakuman selama 6 bulan, atas inisiatif dari BPK se-JABOTABEK maka dibentuklah Forum Kota Oi (FORKOI) yang anggotanya adalah Alhafidz Rana (Kabupaten Bogor), Warsito (Jakarta Selatan), Choerudin ( Depok), Deni (Jakarta Timur), Ruswendi ( Jakarta Barat), Acil (Tanggerang), dan Ozon (Bandung) yang melakukan tugas-tugas badan pekerja untuk menyusun kembali kepengurusan pusat yang vakum.

Pada Munas II Oi yang diselenggarakan pada tanggal 10-11 Oktober 2003 di Palembang terpilih sebagai ketua umumnya yaitu Digo Dzulkifli (Periode 2003-2006) yang merupakan gitaris Iwan Fals, yang pernah menjabat sebagai Ketua BPK Bandung periode pertama. Ditangan ketua umum baru Digo Dzulkifli, organisasi Oi melakukan beberapa langkah-langkah dengan cara pemutihan dalam organisasi.

Pemutihan organisasi ditujukan untuk anggota kelompok, hanya individu atau anggota kelompok yang telah melakukan registrasi ulang yang disebut anggota terdaftar. Ini dimaksudkan untuk mendapatkan database yang mutakhir dari anggota yang ada untuk memudahkan pendataan organisasi. hal tersebut dilakukan dengan tujuan anggota Oi dapat menghidupi dirinya sendiri dan organisasi, berdiri mandiri dengan memberdayakan dirinya baik mulai dari Badan Pengurus Pusat (BPP), Badan Pengurus Kota (BPK), maupun Badan Pengurus Kelompok (BPKel). Langkah-langkah dalam pemutihan tersebut adalah : dengan melakukan pembenahan internal organisasi dari Badan Pengurus Pusat (BPP), Badan Pengurus Kota (BPK), hingga Badan Pengurus Kelompok (BPKel) yang bersentuhan langsung dengan anggota Oi. Program pertama kepengurusan ini adalah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) untuk pertama kalinya pada tanggal 24 Januari 2004, bertempat di pantai Anyer, Jawa Barat, dengan agenda acara sosialisasi Kartu Tanda Anggota (KTA), sebagai tindak lanjut pemutihan, adalah pemberian Surat Keputusan (SK) kepada 23 Badan Pengurus Kota yang ada.

Oi sebagai organisasi massa menyadari akan tantangan yang dihadapi di masa yang akan datang, membutuhkan pemberdayaan-pemberdayaan terhadap anggotanya dalam berbagai aspek kehidupan itu sendiri, dengan slogan SOPAN 9 (Seni- Sosial Budaya, Olahraga, Pendidikan dan Kepustakaan, Agama dan Niaga) agar organisasi yang mengakar dari akar rumput masyarakat bawah (grass root) dapat tumbuh dan menjadi kekuatan yang sinergis. Langkah selanjutnya dalam perjalanan Oi juga terbit secara berkala bulletin “TablOi” (Tabloid Oi), yang tujuannya adalah sebagai media informasi, komunikasi, transformasi pemikiran, asah pikir, antar Badan Pengurus Kota (BPK) dan Badan Pengurus Kelompok (BPKel) dengan materi-materi yang berkaitan dengan SOPAN, informasi-informasi terbaru yang actual dan pesan-pesan terbaru Iwan Fals kepada para anggota Oi. TablOi ini hanya terbit 2 edisi karena masalah pemasaran dan manajemen yang tak terkendali sehingga dana operasional untuk terbit tidak terkumpul kembali.

Disamping itu setiap satu tahun sekali kegiatan rutunitas Oi mengadakan peringatan berdirinya Oi juga mengadakan Jambore Oi, dalam kegiatan ini program pilat SOPAN diperlombakan dalam rangkaian kegiatan tersebut. Adapun peserta Jambore Oi itu sendiri adalah seluruh delegasi dari Badan Pengurus Kota dan Badan Pengurus Kelompok.

Ditengah arus informasi yang begitu cepat lewat kemajuan sains teknologi, dibawah kepemimpinan Digo Dzulkifli ini, Oi mempunyai alternatif-alternatif untuk menjembatani agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penerimaan informasi antar anggota dan para pengurusnya sendiri. Badan Pengurus Pusat (BPP) Badan Pengurus Kota (BPK), serta Badan Pengurus Kelompok (BPKel) mengambil jalan tengah dengan membuat website : http//www.bersatulah.org sebagai media transformasi, informasi, pemberdayaan serta dinamika organisasi Oi di dunia maya.

Sedangkan untuk menyikapi dan mengetahui perkembangan informasi di berbagai media massa dan politik di Indonesia yang ada, agar tidak menjadi bimbang dan ragu, maka untuk memperoleh validitas informasi atas berbagai fenomena serta persoalan yang terjadi di Indonesia secara umum, BPP Oi bekerja sama dengan Iwan Fals Manajemen (IFM) membangun opini bagi masyarakat dan anggota Oi pada khususnya sebagai bentuk wujud kongkrit pemberdayaan anggota Oi dibidang pendidikan dan kepustakaan.

Acara yang menjadi rutinitas ini diberi nama, “Obrolan atas Pikiran dan Nurani di Rumah Iwan Fals” (Opini RI). Dengan mengundang pembicara-pembicara yang ahli dimasing-masing bidang. Seperti yang pernah diundang dalam acara tersebut Hermawan Sulistiyono, Ibu Suciwati (istri dari pahlawan HAM Munir almarhum), Bapak Juanda pengamat intelligent Indonesia, Iwan Fals itu sendiri, artis-artis dan masih banyak pembicara-pembicara lainnya. Acara tersebut kemudian mendapat respon baik dari Iwan Fals Manajemen(IFM) maupun dari internal para anggota Oi sendiri.

Dalam proses perjalanannya organisasi Oi mengalami pertambahan kelompok, yakni pada periode 2003-2006 sebanyak 101 Badan Pengurus Kota (BPK) dengan termasuk di luar negeri, yakni BPK Intifals di Johor, Malaysia. Jumlah anggota Oi menurut Badan pengurus Pusat (BPP) berdasarkan jumlah Kartu Tanda Anggota (KTA) yang dikeluarkan sebanyak 300 kepada 102 BPK se-Indonesia, jumlah totalnya sekitar 30.600 anggota. sedangkan berdasarkan penelitian dari Yayasan Soekarno, Jakarta untuk kepentingan pemilih pemula yang dilakukan pada penggemar Iwan Fals yang datangh pada Konser 100 kota, penggemar Iwan Fals ada kurang lebih 20 juta, jumlah ini belum termasuk penggemar Iwan Fals yang tidak menonton dan yang berada di luar negeri seperti di Jepang, Malaysia, Boston-Amerika Serikat, dan Arab.

Selain menjalankan program yang bersifat internal, maka ditijukan untuk pembinaan dan upaya pemberdayaan khususnya bagi anak Oi dan masyarakat pada umumnya, seperti program kegiatan “OPINI RI” diatas, Oi juga aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial baik sendiri maupun dalam bentuk kerjasama dengan pihak lain seperti dengan Menteri Kehutanan, dalam program “Indonesia Menanan” yang telah beberapa kali dilakukan.  (Berbagai Sumber)  (SJ/Gurnita)


5 komentar:

  1. Permisi abang
    Cabang Komunitas OI di Banjarmasin ada gak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ada mas... BPK Oi Banjarmasin
      coba kontak nomer ini (0511) 6290807

      Hapus
  2. mnta almat dan no tlp oi jakbar donk
    tq

    BalasHapus
  3. minta ijin copas bang. :) http://oiiwanfals1910.blogspot.com/

    BalasHapus

 
Salam Oi...
BPK Oi Tarakan